Mayorendra

  • Home
    • Version 1
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

 


Sumber  https://akupintar.id/belajar/-/online/materi/modul/7/ipa/materi-zat-dan-perubahannya/cara-memisahkan-campuran/4161375


Pemisahan campuran dengan cara filtrasi didasarkan pada perbedaan ukuran partikel antara pelarut dengan cara pelarutnya. Ketika terdapat dua molekul zat yang berbeda, maka kita bisa melakukan pemisahan campuran dengan cara menyaring atau filtrasi.

Filtrasi sendiri memang merupakan salah satu cara pemisahan campuran untuk memperoleh zat murni dari campuran tersebut. Selain itu, masih adalah berbagai cara pemisahan campuran lainnya seperti distilasi, absorpsi, kromatografi, ekstraksi, kristalisasi, hingga sublimasi.

Setiap metode pemisahan campuran memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, pemilihan metode yang tepat sangat penting untuk memastikan hasil pemisahan yang optimal.

Filtrasi adalah salah satu metode pemisahan campuran yang digunakan untuk memisahkan zat padat dari zat cair atau gas dengan menggunakan media penyaring atau filter. Pemisahan campuran dengan cara filtrasi adalah dengan memisahkan partikel padat yang terlarut dalam zat cair atau gas dengan memanfaatkan sifat-sifat fisika partikel tersebut.

Proses filtrasi dilakukan dengan menempatkan campuran zat padat dan zat cair atau gas pada media penyaring atau filter. Zat padat yang terlarut dalam zat cair atau gas akan tertahan oleh media penyaring atau filter, sedangkan zat cair atau gas akan melewati media penyaring atau filter dan terpisah dari zat padat.

Dilansir dari skripsi terbitan Universitas Diponegoro berjudul Pengaruh Perbedaan Tekanan Terhadap Kinerja Plate and Frame Filter Press Pada Filtrasi Ampas Tahu oleh Cindy Ferdiwinata Siringoringo, proses filtrasi banyak dilakukan di industri, misalnya pada pemurnian air minum, pemisahan kristal garam, pada pabrik kertas, dan lain sebagainya.

Metode Pemisah Campuran Lainnya
Pemisahan campuran dilakukan untuk memperoleh bahan murni yang dapat digunakan dalam berbagai aplikasi. Bahan murni ini memiliki kemurnian yang tinggi dan bebas dari kontaminasi sehingga dapat digunakan dalam produksi obat-obatan, kosmetik, dan bahan kimia lainnya.

Pemisahan campuran dilakukan untuk menghilangkan kontaminasi dalam campuran. Dalam hal ini, kontaminasi dapat menurunkan kualitas dari suatu campuran yang bisa berpotensi untuk menimbulkan bahaya.

Selain menggunakan metode penyaringan atau filtrasi, pemisahan campuran bisa dilakukan dengan berbagai metode lainnya. Dilansir dari skripsi berjudul Peningkatan hasil belajar peserta didik MTs NU Nurul Huda Mangkang dengan pendekatan keterampilan proses melalui praktikum pada materi pemisahan campuran oleh Rayem Prikhatini dari Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang, berikut adalah metode pemisah campuran lainnya.

1. Sublimasi
Sublimasi adalah metode pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat tanpa melalui fase cair terlebih dahulu sehingga kotoran yang tidak menyublim akan tertinggal. Bahan-bahan untuk menggunakan metode ini adalah dengan menggunakan bahan yang mudah untuk menyublim, seperti kamfer dan iod.

2. Kristalisasi
Kristalisasi adalah metode pemisahan untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam suatu campuran. Dasar dari metode ini adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut dalam titik beku.

Campuran yang terdiri dari zat padat yang dapat membentuk kristal dapat dipisahkan dengan cara mengkristalisasikan salah satu zatnya. Kristalisasi memiliki dua cara, yaitu kristalisasi penguapan dan kristalisasi pendinginan.

3. Destilasi
Destilasi adalah metode pemisahan untuk memperoleh suatu bahan yang berwujud cair yang terkotori oleh zat padat atau bahan lain yang memiliki titik didih yang berbeda. Dasar pemisahan ini adalah titik didih yang berbeda antara kedua jenis zat yang terlarut.

Metode ini sangat efektif untuk memisahkan campuran yang terdiri dari dua cairan dengan titik didih yang berbeda. Contoh pemisahan campuran dengan cara destilasi adalah pengolahan air laut menjadi garam.

4. Ekstraksi
Ekstraksi adalah metode pemisahan dengan melarutkan bahan campuran dalam pelarut yang sesuai. Dasar dari metode ini adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut tertentu.

5. Absorbsi
Absorbsi adalah metode pemisahan untuk membersihkan suatu bahan dari pengotornya dengan cara penarikan secara kuat sehingga menempel pada permukaan bahan pengabsorbsi. Cara ini biasanya digunakan untuk memurnikan air dari kotoran renik atau mikroorganisme serta untuk memutihkan gula yang berwarna coklat karena ada kotoran di dalamnya.

6. Kromatografi
Kromatografi merupakan cara pemisahan berdasarkan perbedaan kecepatan pelarut pada suatu lapisan zat tertentu. Dasar pemisahan metode ini adalah kelarutan dalam pelarut tertentu, daya absorbsi oleh bahan penyerap, dan volatilitas (daya penguapan).

Metode ini memanfaatkan perbedaan afinitas atau daya tarik antara komponen campuran dengan fase diam dan fase gerak. Kromatografi dapat digunakan untuk memisahkan campuran yang sangat kompleks menjadi komponen-komponen yang lebih sederhana.

Jadi, pemisahan campuran dengan cara filtrasi didasarkan pada perbedaan ukuran partikel antara pelarut dengan zat terlarutnya. Demikianlah pembahasan mengenai pemisahan campuran dengan cara filtrasi dan berbagai cara lainnya, semoga artikel ini bisa membantu.

Sumber : https://www.detik.com/bali/berita/d-6605101/pemisahan-campuran-dengan-cara-filtrasi-didasarkan-pada-apa-ini-jawabannya



Sumber : https://youtu.be/8EoQrjESzCs?si=VDnbK3zpxl_5E97X


 


Sumber : https://erapee.com/campuran/


Campuran adalah salah satu konsep dasar yang harus dipahami saat mempelajari Kimia. Kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang sifat, struktur, komposisi, dan perubahan materi. Dalam dunia kimia, campuran sering dijumpai dalam berbagai macam bentuk, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam aplikasi industri.

Dalam Kimia, campuran adalah gabungan dari dua atau lebih jenis bahan atau zat yang berbeda yang digabungkan secara fisik. Setiap komponen dalam campuran dapat mempertahankan sifat fisiknya sendiri, seperti titik leleh, titik didih, dan kepadatan. Selain itu, campuran dapat dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu campuran homogen dan campuran heterogen.

Penting untuk memahami bagaimana campuran dapat dibentuk dalam ilmu Kimia. Bagaimana komponen-komponen dalam campuran mempengaruhi sifat-sifat fisiknya, serta bagaimana campuran dapat dipisahkan kembali menjadi komponen-komponennya. Memahami hal ini akan mempermudah dalam melakukan analisis kimia dan sintesis molekul, serta dalam memahami berbagai aplikasi industri seperti produksi obat-obatan, kosmetik, makanan, dan minuman.

Pengetahuan tentang campuran adalah hal penting untuk memahami sifat-sifat kimia dan reaksi kimia. Dalam reaksi kimia, campuran dapat bereaksi dengan komponen-komponen lainnya dan membentuk senyawa baru atau produk sampingan. Memahami bagaimana campuran bereaksi dengan komponen lainnya juga memungkinkan untuk mengoptimalkan reaksi kimia dan menghasilkan produk yang lebih baik

Sumber : https://www.liputan6.com/hot/read/5241664/campuran-adalah-gabungan-dua-jenis-zat-atau-lebih-yang-berbeda-simak-ulasannya?page=2



Sumber : https://youtu.be/kDoOkwlPYzA?si=1FdioC-ScjNS2o7B

 


Sumber : https://www.wadahmakmurkencana.co.id/id/berita-artikel/mengenal-pengertian-jenis-dan-manfaat-senyawa-kimia


Senyawa kimia adalah zat kimia murni atau zat murni yang terdiri dari dua atau lebih unsur atau atom yang berbeda jenis (misal senyawa H2O terdiri dari hidrogen dan oksigen, senyawa NaCl terdiri dari natrium dan klorin, dan senyawa C12H22O11 terdiri dari karbon, hidrogen, dan oksigen) [1] [2] [3] yang dapat dipecah-pecah lagi menjadi unsur-unsur penyusunnya itu melalui reaksi kimia [4] (misal H2O dipecah menjadi hidrogen dan oksigen dengan cara dielektrolisasi). Ketika senyawa-senyawa ini berkumpul sangat banyak hingga pada tingkat yang bisa kita rasakan (dalam bentuk padat, cair, atau gas) maka akan disebut zat (misal kumpulan sangat banyak senyawa H2O akan terlihat sebagai air, es, atau uap air, begitu juga dengan kumpulan senyawa-senyawa NaCl yang kita kenal sebagai garam).

Senyawa pada dasarnya sama dengan molekul (senyawa H2O disebut juga molekul H2O, dsb.) namun senyawa hanya bisa disebut senyawa jika terdiri dari dua atau lebih unsur yang berbeda jenis, oleh sebab itu O2, O3, H2 hanya disebut molekul dan bukan senyawa sebab hanya terdiri dari satu jenis atom saja. Kesimpulannya senyawa selalu berarti molekul, namun molekul tidak selalu berarti senyawa.

Perbedaan jenis-jenis senyawa bisa dilihat dari rumus kimianya. Rumus kimia/jumlah unsur dalam suatu senyawa bisa memengaruhi sifat dari suatu senyawa atau zat, perbedaan satu atau lebih atom saja bisa hasilkan senyawa yang berbeda dengan sifat yang berbeda pula (misal etena atau ethylene dengan rumus kimia C2H4 merupakan gas dan berbau harum sedangkan metana dengan rumus kimia CH4 merupakan gas namun tak berbau).

Zat terbagi ke dalam zat murni : (unsur dan senyawa) serta campuran : (campuran serupa dan campuran beda rupa).

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Senyawa_kimia




Sumber : https://youtu.be/kDoOkwlPYzA?si=1FdioC-ScjNS2o7B





Sumber : https://www.kompas.com/skola/read/2023/07/25/160000769/pengertian-tabel-periodik-unsur-klasifikasi-dan-cara-membacanya



Pengertian Unsur

Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana. Untuk mempermudah pemahaman, mari ambil contoh air seperti yang telah disinggung sebelumnya.

Air adalah zat murni yang tersusun atas oksigen dan hidrogen. Oksigen dan hidrogen tersebutlah yang merupakan unsur-unsur dalam air. Unsur-unsur tersebut tidak dapat diuraikan lagi agar menjadi lebih sempurna.

Sejauh ini para ahli menyatakan bahwa ada lebih dari 110 unsur. Sebagian besar unsur yang diketahui adalah unsur alami dan sisanya adalah unsur buatan.

Unsur alami adalah unsur yang terbentuk tanpa campur tangan manusia, sedangkan unsur buatan adalah unsur yang dengan sengaja dibuat oleh manusia untuk berbagai macam keperluan.

Lambang Unsur
Unsur biasanya ditulis dalam lambang. Tujuan penggunaan lambang unsur atau simbol unsur adalah agar mudah ditulis, dipelajari, dan dihafal. Awalnya para ilmuwan telah membuat lambang unsur yang dikaitkan dengan benda langit, sebagaimana dijelaskan dalam buku Seri IPA Kimia 1 SMP Kelas VII oleh Crys Fajar Partana.

Namun ternyata penggunaan lambang unsur dengan model seperti itu cukup sulit untuk didokumentasikan dan dihafal. Karenanya, ilmuwan kembali mencari lambang yang lebih mudah dan sederhana, yakni lambang yang digunakan hingga saat ini.

Lambang unsur yang digunakan sampai sekarang merupakan usul dari J.J. Berzelius (1779-1848). Ia mengusulkan untuk memberikan lambang berdasarkan huruf-huruf yang terdapat pada nama latin unsur tersebut.


Jika terdiri dari satu huruf, maka ditulis dengan huruf besar yang diambil dari huruf pertama nama latin unsur tersebut. Contoh unsur yang terdiri dari satu huruf adalah B (Borium), C (Carbonium), H (Hydrogenium), U (Uranium), N (Nitrogenium), dan K (Kalium).
Jika terdiri dari dua huruf, maka ditulis dengan huruf besar yang diambil dari huruf pertama nama latin, kemudian disusul dengan huruf kecil dari salah satu nama latin unsur tersebut. Contoh unsur yang terdiri dari dua huruf adalah Ar (Argon), Ag (Argentum), Al (Aluminium), Si (Silicium), Sn (Stanum), dan Ca (Calcium).
Jika terdiri dari tiga huruf, maka lambangnya ditentukan oleh Komite Internasional IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) berdasarkan rangkaian huruf awal sesuai dengan nomor unsur tersebut. Contoh unsur yang terdiri dari tiga huruf adalah Uuu (Unununium), Uub (Ununbium), Uut (Ununtrium), Uuq (Ununquadium), dan Uup (Ununpentium).

Sumber : Pengertian Unsur
Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana. Untuk mempermudah pemahaman, mari ambil contoh air seperti yang telah disinggung sebelumnya.

Air adalah zat murni yang tersusun atas oksigen dan hidrogen. Oksigen dan hidrogen tersebutlah yang merupakan unsur-unsur dalam air. Unsur-unsur tersebut tidak dapat diuraikan lagi agar menjadi lebih sempurna.

Sejauh ini para ahli menyatakan bahwa ada lebih dari 110 unsur. Sebagian besar unsur yang diketahui adalah unsur alami dan sisanya adalah unsur buatan.

Unsur alami adalah unsur yang terbentuk tanpa campur tangan manusia, sedangkan unsur buatan adalah unsur yang dengan sengaja dibuat oleh manusia untuk berbagai macam keperluan.

Lambang Unsur
Unsur biasanya ditulis dalam lambang. Tujuan penggunaan lambang unsur atau simbol unsur adalah agar mudah ditulis, dipelajari, dan dihafal. Awalnya para ilmuwan telah membuat lambang unsur yang dikaitkan dengan benda langit, sebagaimana dijelaskan dalam buku Seri IPA Kimia 1 SMP Kelas VII oleh Crys Fajar Partana.

Namun ternyata penggunaan lambang unsur dengan model seperti itu cukup sulit untuk didokumentasikan dan dihafal. Karenanya, ilmuwan kembali mencari lambang yang lebih mudah dan sederhana, yakni lambang yang digunakan hingga saat ini.

Lambang unsur yang digunakan sampai sekarang merupakan usul dari J.J. Berzelius (1779-1848). Ia mengusulkan untuk memberikan lambang berdasarkan huruf-huruf yang terdapat pada nama latin unsur tersebut.


Jika terdiri dari satu huruf, maka ditulis dengan huruf besar yang diambil dari huruf pertama nama latin unsur tersebut. Contoh unsur yang terdiri dari satu huruf adalah B (Borium), C (Carbonium), H (Hydrogenium), U (Uranium), N (Nitrogenium), dan K (Kalium).
Jika terdiri dari dua huruf, maka ditulis dengan huruf besar yang diambil dari huruf pertama nama latin, kemudian disusul dengan huruf kecil dari salah satu nama latin unsur tersebut. Contoh unsur yang terdiri dari dua huruf adalah Ar (Argon), Ag (Argentum), Al (Aluminium), Si (Silicium), Sn (Stanum), dan Ca (Calcium).
Jika terdiri dari tiga huruf, maka lambangnya ditentukan oleh Komite Internasional IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) berdasarkan rangkaian huruf awal sesuai dengan nomor unsur tersebut. Contoh unsur yang terdiri dari tiga huruf adalah Uuu (Unununium), Uub (Ununbium), Uut (Ununtrium), Uuq (Ununquadium), dan Uup (Ununpentium).


Sumber : https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6294150/pengertian-unsur-dan-contohnya-dalam-pelajaran-kimia






Sumber : https://youtu.be/kDoOkwlPYzA?si=1FdioC-ScjNS2o7B

 


Sumber : https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/VNnO2Bjb-alat-optik-definisi-macam-macam-dan-fungsinya


Macam-macam Alat Optik Dan Fungsinya

1. Mata

Mata merupakan alat optik alami yang digunakan untuk melihat yang dimiliki oleh manusia dan hewan. Mata berfungsi dengan cara menerima, memfokuskan, dan mentransmisikan cahaya melalui lensa mata yang menghasilkan bayangan objek yang kemudian ditangkap oleh retina mata. Bayangan objek yang ditangkap retina tersebut kemudian dikirimkan ke otak melalui saraf optik untuk kemudian diolah menjadi gambar yang mampu kita lihat secara nyata.

2. Kacamata

Kacamata merupakan alat optik yang digunakan untuk membantu melihat pada orang yang memiliki cacat mata, baik itu rabun jauh, rabun dekat, ataupun mata silindris. Kacamata terdiri dari lensa (tergantung jenis cacat matanya), dan frame atau kerangka yang menyangga lensa.
 
Kacamata berfungsi dengan cara mengatur bayangan agar jatuh tepat di retina, dengan cara menjauhkan titik jatuh bayangan pada penderita rabun jauh dan mendekatkan titik jatuh bayangan pada penderita rabun dekat.

3. Kamera

Kamera merupakan alat untuk menghasilkan foto. Ada dua jenis kamera yang umum dikenal, yaitu kamera digital dan kamera analog. Cara kerja kamera hampir sama dengan cara kerja mata, yakni cahaya masuk difokuskan oleh lensa dan kemudian ditangkap oleh retina yang merupakan film pada kamera.

4. Lup

Lup atau kaca pembesar hanya terdiri dari satu lensa positif dan berfungsi untuk memperbesar ukuran bayangan yang terbentuk di retina. Lup sebenarnya merupakan lensa cembung yang diletakkan antara mata dengan benda yang akan diamati. Lup banyak digunakan oleh tukang arloji untuk melihat komponen-komponen arloji yang berukuran kecil.

5. Mikroskop

Mikroskop merupakan alat optik untuk melihat benda-benda kecil dengan perbesaran yang lebih besar dari perbesaran lup (dapat mencapai lebih dari 100 kali lipat dari besar benda). Mikroskop pertama kali ditemukan oleh Zacharias Janssen dari Belanda pada tahun 1590.
 
Mikroskop terdiri dari 2 lensa, lensa pertama dinamakan lensa objektif yang diletakkan dekat dengan benda yang akan diamati, sedangkan lensa kedua yang diletakkan dekat dengan mata pengamat dinamakan lensa okuler yang bertindak sebagai lup.

6. Periskop

Periskop adalah alat optik yang berfungsi untuk mengamati benda dalam jarak jauh atau berada dalam sudut tertentu. Bentuknya sederhana, yaitu berupa tabung yang dilengkapi dengan cermin atau prisma pada ujung-ujungnya. Prisma ini akan memantulkan cahaya yang datar sejajar padanya, kemudian diatur sedemikian rupa sehingga membentuk sudut 45 derajat terhadap sumbu tabung.
 
Periskop digunakan pada tank dan kapal selam. Para navigator kapal di kapal selam memanfaatkan periskop untuk mengamati gerak-gerik yang terjadi di permukaan laut. Ketika melihat ujung bawah, cahaya sejajar masuk lewat ujung atas mengenai cermin, oleh cermin akan dipantulkan membentuk sudut 45 derajat ke cermin bawah yang juga membentuk 45 derajat. Sinar-sinar pantul sejajar tadi akan dipantulkan kembali ke mata kita yang melihat dari ujung bawah sehingga Anda dapat melihat benda-benda yang berada di ujung atas.

7. Teropong

Teropong atau teleskop merupakan alat optik yang digunakan untuk melihat benda-benda yang sangat jauh sehingga tampak lebih dekat dan lebih jelas. Teropong berfungsi mendekatkan benda ke mata, terdapat dua jenis teropong, yaitu:
 
1. Teropong bias yang terdiri dari beberapa lensa untuk membiaskan sinar yang datang dari benda. Beberapa contoh teropong bias diantaranya yaitu teropong bintang dan teropong bumi.
Teropong bintang digunakan untuk mengamati benda-benda langit, seperti bintang, planet dan asteroid. Teropong bintang menggunakan dua lensa cembung satu sebagai lensa objektif dan yang lainnya sebagai lensa okuler.
 
Sementara, teropong bumi digunakan untuk melihat benda-benda di permukaan bumi. Teropong bumi terdiri atas tiga lensa cembung yang masing-masing berperan sebagai lensa objektif, lensa pembalik, lensa okuler. Lensa pembalik berfungsi membalik bayangan dari lensa objektif agar teramati seperti keadaan aslinya oleh lensa okuler.
 
2. Teropong pantul yang terdiri dari beberapa cermin dan lensa sebagai pemantul dan pembias sinar datang.

8. Proyektor

Proyektor adalah sebuah perangkat optik yang memproyeksikan gambar atau gambar bergerak pada sebuah permukaan datar, biasanya sebuah layar putih atau dinding putih. Kebanyakan proyektor membuat gambar dengan cara menyinari objek melalui lensa transparan kecil, namun proyektor sekarang dapat memproyeksikan gambar secara langsung, dengan menggunakan laser. Ada beberapa jenis proyektor, diantaranya yaitu: Proyektor Diaskop (Diaskop Projector) dan Overhead Projector (OHP).
 
Proyektor Diaskop (Diaskop Projector) adalah alat untuk memproyeksikan gambar diapositif sehingga terbentuk bayangan nyata pada layar. Alat ini terdiri dari sebuah cermin cekung sebagai reflektor (pemantul) dan dua buah lensa cembung masing-masing sebagai kondensor (membuat sinar sejajar) dan sebagai proyektor (memperbesar gambar bayangan).


Sumber : https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/VNnO2Bjb-alat-optik-definisi-macam-macam-dan-fungsinya







Sumber : https://youtu.be/VqfnGIhlJos?si=GMzpRqSG_7TpTdL_


 


Sumber : https://katadata.co.id/safrezi/berita/614cca72a9212/contoh-aplikasi-gelombang-cahaya-di-kehidupan-sehari-hari


Contoh Pemanfaatan Energi Cahaya

Berikut ini contoh pemanfaatan energi cahaya dalam kehidupan.

1. Menggunakan lampu untuk menerangi ruangan gelap. 

2. Menggunakan lilin untuk menerangi rumah saat mati listrik. 

3. Menggunakan listrik untuk menjelajahi alam di malam hari. 

4. Menggunakan api pada kegiatan api unggun. 

5. Menghangatkan badan dengan sinar matahari. 

6. Menggunakan teknologi sinar X untuk keperluan medis. 

7. Penggunaan flash kamera untuk menghasilkan gambar lebih jelas. 

8. Memanfaatkan lampu taman untuk menghias lingkungan. 

9. Memanfaatkan lampu pertunjukan untuk mendukung pentas di panggung. 

10. Memanfaatkan sinar matahari untuk mengaktifkan panel surya. 

11. Memanfaatkan lampu kendaraan untuk penerang jalan. 

12. Memanfaatkan sinar matahari untuk fotosintesis. 

13. Memanfaatkan cahaya api untuk mengusir serangga.

Sumber : https://bobo.grid.id/read/083806530/contoh-pemanfaatan-energi-cahaya-dalam-kehidupan-materi-kelas-4-sd?page=all 




Sumber : https://youtu.be/nAJ7ZKkJU18?si=Vb_OMTzMlV7hxp3M


Sumber : https://www.merdeka.com/jabar/memahami-pengertian-cahaya-beserta-sifat-dan-bagaimana-cara-kerjanya-kln.html


Cahaya adalah energi berbentuk gelombang elektromagnetik yang kasat mata dengan panjang gelombang sekitar 380–750 nm.[1] Pada bidang fisika, cahaya adalah radiasi elektromagnetik, baik dengan panjang gelombang kasatmata maupun yang tidak.[2][3] Selain itu, cahaya adalah paket partikel yang disebut foton. Kedua definisi tersebut merupakan sifat yang ditunjukkan cahaya secara bersamaan sehingga disebut "dualisme gelombang-partikel". Paket cahaya yang disebut spektrum kemudian dipersepsikan secara visual oleh indra penglihatan sebagai warna. Bidang studi cahaya dikenal dengan sebutan optika, merupakan area riset yang penting pada fisika modern.

Studi mengenai cahaya dimulai dengan munculnya era optika klasik yang mempelajari besaran optik seperti: intensitas, frekuensi atau panjang gelombang, polarisasi dan fase cahaya. Sifat-sifat cahaya dan interaksinya terhadap sekitar dilakukan dengan pendekatan paraksial geometris seperti refleksi dan refraksi, dan pendekatan sifat optik fisisnya yaitu: interferensi, difraksi, dispersi, polarisasi. Masing-masing studi optika klasik ini disebut dengan optika geometris (en:geometrical optics) dan optika fisis (en:physical optics).

Pada puncak optika klasik, cahaya didefinisikan sebagai gelombang elektromagnetik dan memicu serangkaian penemuan dan pemikiran, sejak tahun 1838 oleh Michael Faraday dengan penemuan sinar katode, tahun 1859 dengan teori radiasi massa hitam oleh Gustav Kirchhoff, tahun 1877 Ludwig Boltzmann mengatakan bahwa status energi sistem fisik dapat menjadi diskrit, teori kuantum sebagai model dari teori radiasi massa hitam oleh Max Planck pada tahun 1899 dengan hipotesis bahwa energi yang teradiasi dan terserap dapat terbagi menjadi jumlahan diskrit yang disebut elemen energi, E.

Pada tahun 1905, Albert Einstein membuat percobaan efek fotoelektrik, cahaya yang menyinari atom mengeksitasi elektron untuk melejit keluar dari orbitnya. Pada pada tahun 1924 percobaan oleh Louis de Broglie menunjukkan elektron mempunyai sifat dualitas partikel-gelombang, hingga tercetus teori dualitas partikel-gelombang.

Albert Einstein kemudian pada tahun 1926 membuat postulat berdasarkan efek fotolistrik, bahwa cahaya tersusun dari kuanta yang disebut foton yang mempunyai sifat dualitas yang sama. Karya Albert Einstein dan Max Planck mendapatkan penghargaan Nobel masing-masing pada tahun 1921 dan 1918 dan menjadi dasar teori mekanika kuantum yang dikembangkan oleh banyak ilmuwan, termasuk Werner Heisenberg, Niels Bohr, Erwin Schrödinger, Max Born, John von Neumann, Paul Dirac, Wolfgang Pauli, David Hilbert, Roy J. Glauber dan lain-lain.

Era ini kemudian disebut era optika modern dan cahaya didefinisikan sebagai dualisme gelombang transversal elektromagnetik dan aliran partikel yang disebut foton. Pengembangan lebih lanjut terjadi pada tahun 1953 dengan ditemukannya sinar maser, dan sinar laser pada tahun 1960. Era optika modern tidak serta merta mengakhiri era optika klasik, tetapi memperkenalkan sifat-sifat cahaya yang lain yaitu difusi dan hamburan.

Sumber Cahaya

Energi cahaya yang bersumber dari pengubahan berbagai bentuk energi cahaya. Listrik dan panas dari proses pembakaran merupakan sumber cahaya yang paling umum.

benda yang dipanaskan akan menghasilkan cahaya, misalnya pada suhu 650 derajat celcius, yang dipanaskan kemudian akan melepaskan cahaya berwarna merah buram. begitu pula saat suhu dinaikkan, maka cahaya akan bertambah lebih terang dari merah menjadi warna jingga, lalu menjadi warna kuning. ada banyak jenis lampu yang juga menghasilkan cahaya dengan berbagai cara, salah satunya dgn memanaskan objek di dalamnya, hingga berpijar sempurna.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Cahaya





Sumber : https://youtu.be/1D8thsP5Yv0?si=0B_Dbg8KLL43XONR

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

KELAS 8B

  • Sigit Suryono
  • Wildan Faiq
  • Dayyan
  • Rengga
  • Uzil
  • Raka
  • Dita
  • Alferro
  • Dinta
  • Dhini
  • Hanjung
  • Hanum
  • Aini
  • Kyesa
  • Darrel
  • Ferdi
  • Nala
  • Natiza
  • Nazifa
  • Nida
  • Elta
  • Oka
  • Rachel
  • Inon
  • Elsya
  • Stevi
  • Amel
  • Anin

ABOUT ME

I could look back at my life and get a good story out of it. It's a picture of somebody trying to figure things out.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Alat optik
  • GUNUNG BERAPI
  • UNSUR
  • GEMPA BUMI
  • LEMPENG TEKTONIK
  • POSTER MANFAAT LITOSFER
  • ALAT OPTIK
  • APLIKASI/PEMANFAATAN CAHAYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI
  • Poster Mitigasi Gunung Berapi
  • SENYAWA

Categories

  • Ipa bab 1 4
  • Ipa bab 2 12
  • IPA BAB 4 7
  • IPA BAB 5 5
  • IPA BAB 6 8
  • Konsisten dan latihan 1
  • OUTING CLASS 1

Advertisement

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

  • Juni 2024 (1)
  • Mei 2024 (3)
  • April 2024 (1)
  • Januari 2024 (17)
  • September 2023 (5)
  • Agustus 2023 (7)
  • Juli 2023 (5)

Laporkan Penyalahgunaan

  • Beranda

Mengenai Saya

Mayy
Lihat profil lengkapku

Oddthemes

Copyright © Mayorendra . Designed by OddThemes